July 18, 2024

Big Animal – Suaka Margasatwa Indonesia

Artikel & Berita Tentang Hewan Endemik Asli Indonesia

July 15, 2024 admin

7 Hewan Endemik yang Bisa Kamu Temukan di Indonesia

7 Hewan Endemik yang Bisa Kamu Temukan di Indonesia

https://biganimal.xyz/ – Indonesia bukan hanya kaya akan ragam budaya dan deretan destinasi surga tersembunyi yang memukau mata, tapi juga merupakan rumah bagi berbagai hewan endemik yang langka dan memesona. Habitat fauna asli bumi pertiwi ini tersebar dari Sabang hingga Merauke dan pastinya cuma bisa ditemui #DiIndonesiaAja. Yuk, simak informasi lengkap tentang hewan endemik yang bisa ditemui di Indonesia berikut ini!

1. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae)

Eksotisme harimau Sumatra telah dikenal hingga seluruh dunia. Hewan endemik dengan tubuh terkecil dan warna kulit tergelap di antara jenis harimau lainnya ini juga memiliki corak loreng hitam yang lebih rapat, mirip dengan sidik jari manusia. Populasi harimau Sumatra diperkirakan hanya tinggal sekitar 400 ekor di alam bebas. Untuk mencegah kepunahan, pusat konservasi harimau Sumatra berada di Taman Nasional Kerinci Seblat, Kawasan Ekosistem Ulu Masen, dan Leuser di Aceh serta Sumatra Utara.

2. Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis)

Populasi badak Sumatra yang tersebar di Taman Nasional Bukit Barisan, Taman Nasional Gunung Leuser, dan Taman Nasional Way Kambas kian terancam punah, dengan jumlah kurang dari 80 ekor. Satwa langka ini merupakan spesies badak terkecil dan satu-satunya badak bercula dua yang ada di Asia. Selain itu, terdapat juga badak Jawa atau badak Sunda yang termasuk dalam kategori satwa langka di Indonesia.

3. Orangutan (Pongo)

Ada tiga spesies orangutan yang bisa ditemui di Indonesia, yaitu orangutan Sumatra (Pongo abelii), orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), dan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Orangutan Sumatra memiliki ciri khas warna bulu coklat kemerahan dan berada di posisi kritis punah. Orangutan Kalimantan yang identik dengan bentuk wajah besar dengan pelipis seperti bantal juga terancam punah. Orangutan Tapanuli, yang digolongkan sebagai “spesies baru” dan ditemukan di Ekosistem Batang Toru, kondisinya paling memprihatinkan karena sangat terancam punah.

4. Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis)

Gajah Kalimantan memiliki tubuh yang berukuran seperlima lebih kecil dari spesies gajah India dan penampakan telinganya lebih besar. Bentuk gadingnya pun relatif lebih pendek dan lurus. Perilaku gajah Kalimantan tergolong lebih lembut dan tidak agresif. Hewan ini dapat ditemukan di dataran rendah di Kalimantan Timur.

5. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

Jalak Bali, yang disebut curik oleh masyarakat lokal, memiliki warna putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayap yang berwarna hitam. Burung ini bisa ditemukan di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Jalak Bali memiliki karakter yang periang, suka berkicau, dan sering terlihat seolah menari di atas air. Telurnya berukuran mungil sekitar 3 cm dengan warna hijau kebiruan juga dapat ditemukan di toko https://yourpochette.com/.

6. Komodo (Varanus komodoensis)

Komodo adalah kadal terbesar di dunia yang hanya bisa ditemui di habitat aslinya di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Komodo merupakan salah satu hewan purba yang sudah hidup sejak 4 juta tahun yang lalu. Hewan ini termasuk buas dan berbahaya karena besar tubuhnya yang mencapai 2-3 meter, perilakunya yang agresif, serta air liurnya yang penuh bakteri berbahaya.

7. Burung Maleo (Macrocephalon maleo)

Burung Maleo merupakan satwa endemik khas Sulawesi Tengah dan dapat ditemukan di Taman Nasional Lore Lindu. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam dengan bagian bawah yang berwarna merah muda keputihan. Kulit di sekitar matanya berwarna kuning, paruhnya jingga keabuan, dan memiliki tinggi sekitar 55 cm. Burung Maleo hanya bertelur sebutir dalam setiap musim, membuat keberadaannya kian terancam punah.

Indonesia memang kaya akan keanekaragaman hayati, dan penting bagi kita untuk terus menjaga dan melestarikan hewan-hewan endemik ini. Dengan melestarikan hewan-hewan ini, kita juga turut menjaga keseimbangan ekosistem dan kekayaan alam Indonesia.

Share: Facebook Twitter Linkedin
July 14, 2024 admin

Daftar Hewan Langka di Indonesia yang Dilindungi

Daftar Hewan Langka di Indonesia yang Dilindungi

https://biganimal.xyz/ – Indonesia adalah negara yang kaya akan flora dan fauna. Banyak hewan langka di Indonesia yang dilindungi dan memiliki keunikan tersendiri. Mengetahui daftar hewan yang dilindungi penting agar hewan tersebut dapat bertahan dan berkembang biak dengan baik untuk menjaga populasinya.

Daftar Hewan Langka di Indonesia yang Dilindungi

Berikut ini beberapa hewan langka di Indonesia yang dilindungi dan terancam punah, dikutip dari buku Super Sukses AKM Asesmen Kompetensi Minimum SMK/MAK oleh Tim Kreatif (2020):

  1. Komodo
    • Komodo adalah hewan langka yang hanya bisa ditemukan di Pulau Komodo, Rinca, Padar, dan Flores. Komodo merupakan kadal terbesar di dunia dengan panjang mencapai tiga meter. Komodo adalah salah satu kerabat dekat dinosaurus dan spesies purba tertua yang masih hidup.
  2. Cenderawasih
    • Cenderawasih adalah spesies endemik dari keluarga Paradisaeidae, atau burung surga. Burung ini ditemukan di Papua dan dikenal dengan bulu yang indah dan berwarna-warni, dari kuning, coklat, merah, oranye, hingga biru dan ungu.
  3. Orangutan Sumatera
    • Orangutan Sumatera adalah spesies terlangka dari tiga spesies orangutan di Indonesia. Dikategorikan sebagai Critically Endangered oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), orangutan ini hidup di pepohonan di Pulau Sumatera dan sebagian Pulau Jawa.
  4. Tarsius
    • Tarsius atau Krabuku adalah primata kecil dengan mata besar yang hidup di hutan-hutan Sulawesi. Tarsius dilindungi berdasarkan peraturan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 by: https://yourpochette.com/.
  5. Badak Jawa
    • Badak Jawa adalah hewan yang hanya ditemukan di Indonesia dan terancam punah akibat perburuan liar yang mengincar culanya. Populasi badak ini terus menyusut setiap tahun.
  6. Elang Jawa
    • Elang Jawa adalah burung gagah yang tersebar di hutan-hutan Pulau Jawa. Populasinya hanya sekitar 250 ekor, sehingga dimasukkan ke dalam kategori Critically Endangered oleh IUCN.
  7. Musang Congkok
    • Musang Congkok adalah hewan langka dengan berat mencapai 5 kg dan panjang sekitar 71 cm. Hewan ini dapat ditemukan di wilayah pegunungan Aceh dan Sumatera Barat.
  8. Maleo
    • Maleo adalah jenis endemik megapode besar yang ada di Pulau Sulawesi. Spesies ini ditemukan di hutan dataran rendah dan bukit-bukit di Sulawesi. Maleo adalah salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia.
  9. Dugong
    • Dugong adalah mamalia yang hidup di perairan Samudra Hindia dan Pasifik. Dugong memiliki panjang tubuh sekitar 3 meter dengan berat 450 kg. Meski bertubuh besar, dugong adalah herbivora yang penting bagi ekosistem lamun.
  10. Merak
    • Merak adalah burung dari keluarga Phasianidae yang ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatra. Merak memiliki bulu berwarna-warni yang eksotis dan sering diburu karena keindahannya. Populasinya diperkirakan kurang dari 1.000 ekor di Indonesia dan dimasukkan ke kategori Critically Endangered oleh IUCN.

Dengan mengetahui dan memahami pentingnya melindungi hewan-hewan langka ini, kita dapat berkontribusi dalam upaya konservasi dan menjaga keberlanjutan ekosistem di Indonesia.

Share: Facebook Twitter Linkedin
July 13, 2024 admin

10 Hewan yang sudah Punah di indonesia

Hewan-Hewan yang Telah Punah dan Penyebabnya

https://biganimal.xyz/ – Beberapa jenis hewan di dunia sedang mengalami kepunahan. Kepunahan hewan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah aktivitas manusia seperti perusakan habitat karena perluasan lahan pertanian dan penebangan hutan. Faktor lain yang berkontribusi adalah serangan asteroid, polusi, masuknya spesies asing, kekurangan makanan, dan penangkapan ikan atau perburuan yang berlebihan. Berikut ini beberapa contoh hewan yang telah punah:

Badak Hitam Afrika Barat

Badak hitam memiliki panjang sekitar 3-3,8 meter, tinggi 1,4-1,7 meter, dan berat 800-1.300 kg. Hewan ini memiliki dua tanduk yang berukuran masing-masing 0,5-1,3 meter dan 2-55 cm. Pada 1930-an, upaya pelestarian dilakukan untuk melindungi spesies ini, namun populasinya terus menurun. Badak hitam Afrika Barat terakhir terlihat di Kamerun pada 2006 dan dinyatakan punah secara resmi pada 2011.

Lumba-lumba Putih Baiji

Lumba-lumba ini, juga dikenal sebagai lumba-lumba sungai Tiongkok, hanya ditemukan di Sungai Yangtze di Tiongkok. Mamalia ini dapat tumbuh hingga 2,4 meter dengan berat mencapai 250 kg. Mereka menggunakan ekolokasi untuk bernavigasi dan berburu karena penglihatan mereka yang sangat buruk. Sungai Yangtze yang digunakan untuk memancing, transportasi, dan pembangkit listrik tenaga air berdampak besar pada populasi lumba-lumba ini. Meskipun tidak dinyatakan punah secara resmi, tidak ada yang melihat lumba-lumba Sungai Yangtze sejak 2002.

Ibex Pyrenean

Ibex Pyrenean adalah salah satu dari empat subspesies ibex Spanyol atau kambing Iberia yang ditemukan di Semenanjung Iberia. Penyebab pasti kepunahan Ibex Pyrenean tidak diketahui, namun perburuan dan ketidakmampuan bersaing dengan mamalia lain untuk makanan dan habitat diyakini sebagai faktor utama. Ibex Pyrenean terakhir terbunuh oleh pohon tumbang di Spanyol utara pada tahun 2000.

Merpati Penumpang

Merpati penumpang berasal dari Amerika Utara dan diperkirakan punah sejak awal abad ke-20. Ketika orang Eropa tiba di Amerika Utara, terdapat 3 hingga 5 miliar merpati penumpang. Ekspansi permukiman yang dilakukan oleh orang Eropa menyebabkan deforestasi massal yang mengakibatkan hilangnya habitat dan pengurangan populasi burung. Merpati penumpang mati di alam liar sekitar tahun 1900 dengan individu terakhir yang diketahui meninggal di penangkaran pada tahun 1914 dilansir dari https://yourpochette.com/.

Harimau Tasmania

Harimau Tasmania berasal dari Australia, Tasmania, dan New Guinea. Hewan ini memiliki ukuran seperti anjing berukuran sedang hingga besar dengan berat sekitar 30 kg dan panjang hidung hingga ekor hampir 2 meter. Kepunahan harimau Tasmania disebabkan oleh perambahan manusia ke habitatnya. Harimau ini terakhir dibunuh antara tahun 1910 dan 1920, dan penangkaran terakhirnya mati di Kebun Binatang Hobart, Tasmania, pada tahun 1936.

Sapi Laut Steller

Sapi laut Steller dinamai berdasarkan Georg Steller yang menemukannya pada tahun 1741. Hewan ini berukuran setidaknya 8-9 meter dengan berat sekitar 8-10 ton. Sapi laut Steller pertama kali ditemukan di Samudra Pasifik bagian utara dan dinyatakan punah pada tahun 1768, hanya 27 tahun setelah ditemukan, terutama akibat perburuan oleh manusia.

Great Auk

Great Auk adalah burung besar yang tidak bisa terbang, ditemukan di Atlantik Utara dan sejauh selatan Spanyol Utara. Burung ini memiliki tinggi rata-rata 75 hingga 85 cm dengan berat sekitar 5 kg. Great Auk mampu berenang di bawah air untuk mencari makanan. Koloni terakhirnya tinggal di Pulau Eldey dan pada tahun 1835 mereka terbunuh.

Dodo

Dodo adalah burung yang menghuni Mauritius. Burung ini memiliki tinggi sekitar satu meter dengan berat 10 hingga 18 kg. Dodo tidak dapat terbang karena ketersediaan sumber makanan yang berlimpah dan tidak ada predator. Burung dodo diburu oleh pelaut dan punah, terakhir kali terlihat pada tahun 1662.

Mammoth

Mammoth adalah mamalia besar yang diyakini sebagai kerabat gajah modern. Mammoth berasal dari Afrika dan menyebar ke seluruh Eurasia utara dan Amerika Utara. Hewan ini memiliki tinggi lebih dari 4 meter dengan berat lebih dari 6 ton. Mammoth terakhir diyakini telah menghilang dari Pulau Wrangel di Samudra Arktik sekitar tahun 1700 SM.

Kucing Bergigi Sabre

Hewan ini sering disebut sebagai harimau bergigi sabre atau singa bergigi sabre. Kucing ini adalah karnivora dengan gigi taring yang memanjang seperti pisau dengan panjang mencapai 50 cm. Hewan ini diyakini punah karena penurunan dan kepunahan herbivora besar yang mereka buru.

Dengan memahami faktor-faktor yang menyebabkan kepunahan hewan-hewan ini, kita dapat lebih menghargai dan mendukung upaya konservasi untuk mencegah kepunahan spesies lain di masa depan.

Share: Facebook Twitter Linkedin
July 12, 2024 admin

Perbedaan Cagar Alam dan Suaka Margasatwa serta Kriterianya

Perbedaan Cagar Alam dan Suaka Margasatwa serta Kriterianya

https://biganimal.xyz/ – Cagar alam dan suaka margasatwa adalah wilayah konservasi yang bertujuan melindungi alam dari kerusakan serta menjaga spesies satwa dan tumbuhan agar tidak punah. Meskipun keduanya memiliki tujuan serupa, terdapat perbedaan mendasar dalam definisi dan kriteria masing-masing.

Cagar Alam

Pengertian: Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

Kriteria:

  1. Keanekaragaman Jenis: Mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan, satwa, dan tipe ekosistem.
  2. Representatif Biota: Mewakili formasi biota tertentu dan atau unit-unit penyusunannya.
  3. Keaslian Alam: Kondisi alam, baik biota maupun fisiknya, masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia.
  4. Luas dan Bentuk: Mempunyai luas yang cukup dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dan menjamin keberlangsungan proses ekologis secara alami.
  5. Ciri Khas: Mempunyai potensi ciri khas dan dapat merupakan contoh ekosistem yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi.
  6. Komunitas Langka: Mempunyai komunitas tumbuhan dan atau satwa beserta ekosistemnya yang langka atau yang keberadaannya terancam punah.

Suaka Margasatwa

Pengertian: Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

Kriteria:

  1. Tempat Hidup Satwa: Merupakan tempat hidup dan perkembangbiakan jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasinya.
  2. Satwa Langka: Merupakan habitat dari suatu jenis satwa langka dan dikhawatirkan akan punah.
  3. Keanekaragaman Satwa: Memiliki keanekaragaman dan populasi satwa yang tinggi.
  4. Satwa Migran: Merupakan tempat dan kehidupan bagi jenis satwa migran tertentu.
  5. Luas Habitat: Mempunyai luas yang cukup sebagai habitat jenis satwa yang bersangkutan.

Perbedaan Utama

Dari penjelasan di atas, perbedaan utama antara cagar alam dan suaka margasatwa adalah fokus konservasinya (https://yourpochette.com/). Cagar alam mencakup keanekaragaman hewan dan tumbuhan serta ekosistemnya, sementara suaka margasatwa lebih berfokus pada perlindungan jenis satwa tertentu.

Ringkasan Perbedaan

  • Cagar Alam: Melindungi tumbuhan, satwa, dan ekosistem dengan kondisi alam yang masih asli.
  • Suaka Margasatwa: Fokus pada perlindungan satwa tertentu, terutama yang langka dan terancam punah.

Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat lebih menghargai dan mendukung upaya konservasi yang dilakukan untuk melestarikan kekayaan hayati Indonesia.

Share: Facebook Twitter Linkedin
July 10, 2024 admin

Selamatkan Satwa Liar yang Dilindungi dari Perdagangan Ilegal

Selamatkan Satwa Liar yang Dilindungi dari Perdagangan Ilegal

https://biganimal.xyz/ – Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi dianggap sebagai tindak kejahatan luar biasa. Hal ini karena punya pengaruh besar bagi keseimbangan ekosistem makhluk hidup di alam.

Dari hasil pemantauan Tim Patroli Siber Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2022 terdapat 638 akun dan 1.163 konten perdagangan satwa liar dilindungi. Perdagangan ilegal ini semakin berkembang di media sosial seperti Facebook, Instagram, Tokopedia, Kaskus, dan YouTube, https://yourpochette.com/.

Jika menilik data dari International Animal Rescue Indonesia, mayoritas akun penjual satwa multispesies yang tersebar di 1.022 grup Facebook dengan tingkat kerawanan yang sangat tinggi, berasal dari Pulau Jawa. Jawa Barat menjadi provinsi tertinggi dengan jumlah lebih dari 2 ribu akun penjual.

Melihat kondisi ini, bagaimana sebenarnya aturan tentang perdagangan satwa liar dilindungi di Indonesia? Aturan tersebut tertuang dalam Pasal 21 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, yang menyebut bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati.

Perbuatan ini dikenai hukuman pidana, dengan ancaman penjara 5 tahun dan denda hingga 100 juta rupiah. Pada pasal yang sama, di Pasal 40 ayat 2, disebutkan bahwa siapa pun yang dengan sengaja melanggar aturan tersebut bisa dipidana penjara hingga 5 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.

Oleh karena itu, di Hari Satwa Liar Sedunia ini, mari kita sama-sama melindungi satwa liar dari perburuan gelap yang dilakukan oleh masyarakat lokal maupun kelompok pemburu. Segera laporkan jika ada tindakan perdagangan satwa liar dilindungi melalui aplikasi e-Pelaporan Satwa Dilindungi.

Share: Facebook Twitter Linkedin
July 10, 2024 admin

Pengertian Suaka Margasatwa dan Contohnya di Indonesia

Pengertian Suaka Margasatwa dan Contohnya di Indonesia

https://biganimal.xyz/ – Pernah mendengar istilah suaka margasatwa? Detikers tahu pengertian suaka margasatwa tersebut? Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Semua mobilitas manusia membutuhkan sumber daya alam. Besarnya manfaat sumber daya alam hayati maupun non-hayati menjadikan manusia banyak mengeksploitasi sumber daya alam tersebut.

Hal ini menyebabkan kelangkaan sumber daya alam hingga membuat beberapa ragam hayati hampir punah. Kita perlu menjaga sumber daya alam agar tidak habis dan bisa terus berkesinambungan penggunaannya di masa mendatang. Oleh karena itu, perlu adanya program konservasi pada beberapa sumber daya yang mudah habis.

Tujuan konservasi telah tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Pengertian Suaka Margasatwa

Suaka margasatwa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah cagar alam yang secara khusus digunakan untuk melindungi binatang liar di dalamnya. Kawasan suaka margasatwa bertujuan untuk mempermudah mengawasi spesies langka di kawasan tersebut.

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

Menurut Dr. Sarintan E. Damanik, M.Si dalam buku Pengelolaan Kawasan Konservasi, suaka margasatwa adalah suatu kawasan alam yang mempunyai ekosistem yang masih asli dan memiliki ciri khas berupa keanekaragaman serta keunikan jenis satwanya.

Selain untuk dilindungi, satwa-satwa tersebut juga dimanfaatkan untuk pengembangan penelitian situs https://yourpochette.com/, peningkatan ilmu pengetahuan, keperluan pendidikan, penunjang program budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Contoh Suaka Margasatwa di Indonesia

Dilansir dari buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta karya Hartono, berikut beberapa contoh suaka margasatwa di Indonesia beserta fauna yang dilindungi:

  1. Suaka Margasatwa Kluet/Gunung Leuser di Aceh – Melindungi orangutan dan gajah.
  2. Suaka Margasatwa Sikundur/Langkat di Sumatera Utara – Melindungi gajah, orangutan, dan macan.
  3. Suaka Margasatwa Rimbo Panti di Sumatera Barat – Melindungi siamang, tapir, dan harimau.
  4. Suaka Margasatwa Kerumutan/Pulau Berkah di Riau – Melindungi gajah, tapir, dan burung laut.
  5. Suaka Margasatwa Way Kambas di Lampung dan Sumatera Selatan – Melindungi gajah, badak sumatera, orangutan, mawas, harimau, dan tapir.
  6. Suaka Margasatwa Dangku di Musi Banyuasin, Sumsel – Melindungi siamang, anjing hutan, kucing hutan, simpai, dan ungko.
  7. Suaka Margasatwa Padang Sugihan di Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, Sumsel – Melindungi gajah sumatera, monyet ekor panjang, lutung kelabu, rusa sambar, beruang madu, berang-berang, dan napu.
  8. Suaka Margasatwa Ujung Kulon di Jawa Barat – Melindungi rusa, badak bercula satu, babi hutan, banteng, dan rusa.
  9. Suaka Margasatwa Gunung Palung di Kalimantan Barat – Melindungi bekantan.
  10. Suaka Margasatwa Kotawaringin di Kalimantan Tengah – Melindungi bekantan, orangutan, banteng, dan babi hutan.
  11. Suaka Margasatwa Maspepaya Roja di Sulawesi Utara – Melindungi penyu laut.
  12. Suaka Margasatwa Pati-Pati, Lore, Kalimantan, dan Lombuyan di Sulawesi Tengah – Melindungi rusa dan anoa.
  13. Suaka Margasatwa Bali Barat di Bali – Melindungi banteng dan jalak putih.
  14. Suaka Margasatwa Pulau Moyo di Nusa Tenggara Barat – Melindungi rusa, babi hutan, ayam hutan, dan burung.
  15. Suaka Margasatwa Padar, Rinca, dan Komodo di Nusa Tenggara Timur – Melindungi komodo, rusa, dan kerbau hutan.

Itulah pengertian dari suaka margasatwa beserta contoh-contohnya di Indonesia. Dengan memahami dan melestarikan suaka margasatwa, kita dapat memastikan kelestarian sumber daya alam hayati dan keseimbangan ekosistem yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Share: Facebook Twitter Linkedin